All the sentimental feeling.
That sometimes makes our heart burning
We surrender to a strong desire
Ignorant to the needs of other

Little whisper of little voices
That calls when we make desperate choices
Are we that oblivious?
So insensitive

so many choices to be made
so little time to decide
so little guilt on our side

— Letto “Insensitive”

Belakangan ini, saya merasa kurang sensitif. Rasa peduli saya terhadap beberapa kejadian banyak berkurang. Sepertinya ada tanda-tanda bahwa hati dan pikiran saya sudah mulai tebal dan kebal.

Professor Halford dan koleganya dari University of Queensland pernah melakukan percobaan terhadap 30 akademisi yang dipaksa untuk memproses banyak variabel dalam satu waktu untuk mengetahui batas mental dan kapasitas berpikir mereka dan apa akibatnya.

Hasilnya..

“If the number of variables to be considered exceeds human processing capacity then the worker will drop his or her mental bundle and become unable to proceed.”
http://www.physorg.com/-delete this text-news3063.html

Jika jumlah variabel yang dipikirkan sudah memenuhi kapasitas memproses manusia, maka keseluruhan mental mereka akan turun secara cepat dan kemudian tidak bisa melanjutkan lagi.

Sepertinya itulah yang saya alami saat ini, variabel yang memenuhi pikiran saya sudah banyak sekali. Dan mungkin bukan hanya saya, banyak orang yang sudah tebal dan kebal hati dan pikirannya akibat terlalu banyak variabel yang berkumpul di otaknya.

Ini tak lepas dari perubahan jaman yang sangat cepat. Bukan mau menyalahkan perubahan jaman tersebut, tapi harus diakui bahwa era informasi sekarang membuat berita menjadi hal yang selalu dicari. Atau jika kita tidak mencarinya pun ia akan tetap datang menghampiri, meminta perhatian kita untuk sekedar membaca atau mendengarnya, dan kemudian mau tidak mau akan menambah variabel baru di dalam otak kita.

Semakin banyak variabel atau informasi yang bersarang di otak, malah membuat kita menjadi lambat berpikir. Dan seperti hasil penelitian diatas, jika sudah penuh akan membuat mental kita drop dan tak bisa melakukan apa-apa lagi.

too much information will kill your brain..

Terlalu banyak berita tentang korupsi membuat banyak orang terbiasa dan malah berlomba melakukan korupsi…

Terlalu banyak berita tentang kekerasan di televisi membuat banyak orang hanya menonton saja ketika di depan matanya ada orang yang melakukan tindak kekerasan…

Terlalu banyak berita tentang orang-orang benar yang di kalahkan.. pun terlalu banyak berita tentang orang-orang salah yang di menangkan…

Ahh.. saya semakin tidak peduli… apatis…

I need to refresh my brain….